Sabtu, 28 Februari 2015

Cara Menghitung Rendemen Kelapa Sawit


Apakah Anda pernah bekerja di Perusahaan Kelapa Sawit? Pernah kah Anda mendengar istilah ; Rendemen 24%, Rendemen 23% ?
Apa yang dimaksud dengan Rendemen dan bagaimana cara perhitungannya?
Berikut saya akan berikan penjelasan secara singkat;
Rendemen adalah perbadingan jumlah CPO yang dihasilkan dalam 1 Kg TBS. Rumus perhitungan Rendemen adalah sebagai berikut:
JUMLAH CPO     x  100    
TBS OLAH

Contoh:
1.      Jumlah Pengolahan TBS suatu Pabrik Kelapa Sawit pada 1 hari adalah 230.000 Kg. Dari Pengolahan ini menghasilkan CPO yang siap dipasarkan sebanyak 55.230 Kg. Berapa Rendemen TBS yang dikelola Pabrik tersebut selama 1 hari?
Jawaban
Diketahui :
TBS Olah                      : 23O.000 Kg
Jumlah CPO                 : 55.230 Kg

Rendemen  =  JUMLAH CPO    x   100 =  55.230 Kg   x 100 = 24.01 %
TBS OLAH                       230.0000 Kg

2.      Pada tanggal 26 Januari 2015 Pabrik Kelapa Sawit PT.XX mengolah TBS milik Perusahaan itu

sendiri dengan jumlah 250.000 Kg. Pada tanggal yang sama juga Pabrik tersebut menerima TBS
 masyarat untuk diolah sebanyak 150.000 Kg. Dari Pengolahan ini menghasilkan CPO yang siap
 dipasarkan sebanyak 91.530 Kg. Berapa Rendemen TBS yang dikelola Pabrik PT.XXX pada tanggal
tersebut?
Jawaban:
Diketahui :
TBS Kirim                     : 250.000 Kg
TBS Luar                      : 150.000 Kg

Jumlah CPO                 : 91.530 Kg

Rendemen  =  JUMLAH CPO    x   100 =            91.530 Kg               x 100  = 24.01 %
TBS OLAH                       (250.000 + 150.000 Kg)


Itulah yang bisa saya bagikan buat rekan-rekan yang berkarir di dunia Perkebunan, mudah-mudah bermanfaat.


Kata sandi yang sering digunakan untuk komunikasi di dunia Perkebunan



Dalam Operasional Lapangan di Perkebunan, untuk menghubungkan Pimpinan dengan para Asistennya dibutuhkan fasilitas yang dapat memperlancar komunikasi walaupun jaraknya sampai puluhan kilometer. Hal ini bertujuan untuk mempercepat pengelolaan kerja di Lapangan dan mempercepat proses penuntasan problem di Areal Kerja. Fasilitas yang sangat cocok dan efesien yang sering digunakan adalah Radio. Dunia Perkebunan mengenal yang namanya bahasa sandi dalam berkomunikasi di Lapangan, seperti halnya para Pelaut dan Para Pilot Pesawat. Bahasa Sandi ini sudah baku dan merupakan Standart International (SI) yang bisa digunakan di darat, laut maupun di udara.
Berikut sandi-sandi yang sudah standart:
A            = Alpha
B            = Bravo
C            = Charlie
D            = Delta
E            = Echo
F            = Fox
G           = Golf
H           = Hotel
I             = Indian               
J             = Juliet
K            = Kilo
L            = Lima
M           = Mike
N            = November (Ningsih)
O            = Oscar
P             = Papa
Q            = Quen
R            = Romeo
S            = Sierra
T            = Tanggo
U            = Uniform
W           = Wishkey
X            = X-Ray
Y            = Yankee
Z            = Zoolu

Istilah-istilah di Perkebunan Kelapa Sawit



Ada banyak kita temukan istilah-istilah di Perkebunan Kelapa Sawit. Bagi Anda yang belum berpengalaman di Perkebunan, pasti merasa aneh dengan banyaknya istilah yang kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari di lingkungan Perkebunan.


Berikut sekilas tentang Istilah-istilah tersebut:
1.       TBS
Singkatan dari; Tandan Buah Segar.
2.       TPH
Singkatan dari; Tempat Pengumpulan Hasil.
3.       Loading Ramp
Tempat yang digunakan untuk Estafet buah antar Kenderaan. Tempat ini berfungsi untuk tempat sementara sebelum masuk ke TPH karena Mobil    Pengangkut tidak memungkinkan masuk ke areal tersebut.
4.       TPB
Tempat Pengumpulan Buah. TPB = Loading Ramp.
5.       Restan
Buah tidak terangkut ke Pabrik yang tertinggal di TPH ataupun di Loading Ramp.
6.       Janjang
Tandan Buah.
7.       BJR
Singkatan dari Berat Janjang Rata-Rata.
8.       Buah Angin
Buah yang sengaja ditambah sehingga mempengaruhi turunnya BJR.
9.       BJR Langit
BJR yang ditambah.
10.   Tankos
Singkatan dari Tandan Kosong.
11.   Pkk
Singkatan dari Pokok
12.   Pokok Produktif
Pokok yang sudah menghasilkan.
13.   Pkk Non Produktif
Pokok yang belum menghasilkan.
14.   Blok
Areal yang sudah ditentukan Luas dan batas.
15.   Afdeling
Areal yang terdiri dari beberapa Blok.
16.   Divisi
Divisi = Afdeling.
17.   Rayon
wilayah kerja yang terdiri dari beberapa Afdeling (divisi).
18.   Ancak
Tempat Kerja.
19.   Ancak Panen
Tempat Kerja untuk mengambil buah.
20.   Ancak Tetap
lokasi kerja yang sudah ditetapkan per karyawan secara terus-menerus.
21.   Ancak Giring
lokasi kerja yang pekerjanya tidak ditetapkan untuk mengerjakan pekerjaan di lokasi  tersebut.
22.   Populasi
Jumlah Pokok dalam 1 (satu) hectar.
23.   Sisip
Menyisipkan tanaman di areal yang kosong.
24.   Sisip Hidup
Sisipan yang menambah jumlah Populasi.
25.   Sisip Mati
Sisipan untuk menggantikan pokok yang mati (Sisip Mati tidak menambah Populasi).
26.   Pokok Non Valuer
Pokok yang tidak bernilai, artinya pokok yang tidak memiliki potensi untuk hidup.
27.   HPP
Singkatan dari Harga Pokok Produksi.
28.   Cost Prize
Biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan 1 Kg TBS. Cost Prize = HPP.
29.   Field Assisten
Asisten Lapangan
30.   Askep
Asisten Kepala
31.   KTU
Kepala Tata Usaha
32.   Kasie
Kepala Administrasi
33.   KP
Kepala Pembukuan. Kasie = KP
34.   MK
Manager Kebun
35.   GM
Group Manager atau General Manager
36.   Planter
Orang Agronomy, Assisten Lapangan, Askep, Manager Kebun.
37.   Traksi
Workshop/Bengkel
38.   Plasma
Kebun masyarakat yang dikelola oleh Perusahaan
39.   Kebun Inti
Kebun milik Perusahaan
40.   Budget
Anggaran
41.   Sanitasi
Membersihkan pokok untuk persiapan panen
42.   Buah Pasir
Buah Perdana yang belum bisa diproduksi.
43.   Kastrasi
membuang buah pasir.
44.   Konsolidasi
Mendirikan Pokok tanaman.
45.   HPT
Singkatan dari Hama Penyakit Tanaman.
46.   PN
Pre Nursery
47.   MN
Main Nursery
48.   Losis
(English: Losses) artinya; kerugian, kehilangan.
49.   Rendemen
Perbandingan Jumlah TBS dengan hasil CPO.
50.   PKS
Pabrik Kelapa Sawit
51.   TB
Tanamam Baru
52.   TBM
Tanaman Belum Menghasilkan
53.   TM
Tanaman Menghasilkan
54.   TBM 1
Tanaman Umur 1 Tahun
55.   TBM 2
Tanaman Umur 2 Tahun
56.   TBM 3
Tanaman Umur 3 Tahun
57.   TM 1
Tanaman Umur 4 Tahun
58.   Areal Statement
Data Areal Kebun terdiri dari Luas, Tahun Tanam, Jumlah Pokok, Sisipan, Populasi
59.   Degradasi
Perubahan Tahun Tanam, Perubahan Jumlah Pokok atau Perubahan Luasan.
60.   CPO
Crude Palm Oil (Minyak Sawit Mentah).
61.   Kas Besar
Kas yang biayanya sudah ditentukan, tidak boleh digunakan untuk keperluan lain.
62.   SOP
Standart Operasional Prosedure
63.   Kas Kecil
Kas yang penggunaan biayanya belum ditentukan. Kas ini berfungsi untuk  mendukung operasional Kebun. Pengeluaran Kas Kecil terbatas pada nilai tertentu sesuai SOP Perusahaan.
64.   Brondolan
Butir buah Tandan
65.   Tunas
Menurunkan dan membuang pelepah
66.   Chemis
Semprot
67.   Rempes Pelepah
Membuang pelepah yang ada di pinggir jalan untuk perawatan jalan.
68.   Tunas Pasar
Tunas Pasar = Rempes Pelepah
69.   Meja Miring
Meja kerja khusus dengan posisi miring.
70.   Gawangan Mati
Tempat Pembuangan Pelepah dan sampah lainnya yang ada pada jalur sawit.
71.   HK
Hari Kerja
72.   Lembur
Upah tambahan berdasarkan perhitungan jam yang diberikan kepada karyawan di luar jam kerja.
73.   Premi
Pendapatan tambahan yang diberikan Perusahaan kepada karyawan pada batas  pencapaian hasil kerja yang sudah ditentukan oleh Perusahaan.
74.   Bon Gantung
penggunaan dana sementara pada Kas Kebun
75.   Slow Moving
barang yang pemakaiannya dalam interval waktu yang lama.
76.   Fast Moving
barang yang rotasi pemakaiannya sangat cepat.
77.   Stock Opname
sisa saldo barang gudang.
78.   Cash Opname
saldo Kas
79.   Kerani
Karyawan yang ditugaskan dibagian administrasi kebun
80.   Insidentil
Karyawan harian lepas.
81.   Mandor
Pengawas kerja di lapangan.
82.   UMR
Upah Minimum Regional
83.   UMP
Upah Minimum Propinsi
84.   Sertu
kerikil dan batu-batu kecil untuk pengerasan jalan.
85.   HRD
Human Resources Development (Pengembangan SDM).
86.   Dodos
Alat kerja untuk mengambil buah dari pokok sawit.
87.   Egrek
alat kerja untuk mengambil buah yang tidak terjangkau oleh dodos karena factor ketinggian pokok tanaman.
88.   HTA
Hasil Temuan Audit.
89.   Dosis
Jumlah bahan yang digunakan untuk satuan tertentu.
90.   Terasering
Tapak datar pada sisi miring areal bukit yang dibuat untuk tempat penanaman  Tanaman.
91.   Rumpukan
Pengumpulan kayu atau tanah pada jalur tertentu secara garis lurus.
92.   Mekanis
pekerjaan yang menggunakan alat bantu (alat berat).
93.   Manual
pekerjaan yang menggunakan tenaga manusia.

Bagi para Planter dan Admin di Perkebunan, saya ajak Anda untuk menambahkan istilah-istilah yang belum tercantum di atas dengan cara memberi komentar di bawah ini.